Tampilkan postingan dengan label Hikmah kelompok yang tidak diwajibkan solat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah kelompok yang tidak diwajibkan solat. Tampilkan semua postingan

Doa agar terhindar dari gangguan Mental dan Jeratan Hutang

Doa agar terhindar dari gangguan Mental dan Jeratan Hutang

Beberapa waktu terakhir, media kita


kerap memberitakan kasus bunuh diri akibat lilitan utang. Dari kepala keluarga yang tak sanggup menanggung beban cicilan, hingga anak muda yang terjerat pinjaman daring / pinjol.

Utang yang menumpuk tidak hanya menggerogoti harta, tetapi juga kesehatan mental. Utang telah melahirkan stres kronis, kecemasan, rasa gagal, hingga pikiran putus asa.

Dalam kondisi seperti ini, banyak orang mencari solusi praktis: tambahan pemasukan, negosiasi hutang, atau sekadar lari dari masalah. Namun, ada satu dimensi yang sering terlupa: doa.

Salah satu doa yang dianjurkan ialah:

اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِنَ الهَمِّ والحَزَنِ، والعَجْزِ والكَسَلِ، والبُخْلِ والجُبْنِ، وضَلَعِ الدَّيْنِ، وغَلَبَةِ الرِّجَالِ

‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan pengecut, dari jeratan utang yang berat, dan dari tekanan manusia lain.’” (HR. al-Bukhārī).

Doa di atas terdapat dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, di mana Nabi Saw pernah berkata kepada Abu Thalhah: “Carikanlah seorang pemuda dari anak-anakmu yang bisa melayaniku hingga aku berangkat ke Khaibar.” Maka Abu Thalhah pun membawa Anas bin Malik yang saat itu masih remaja.

Konteks hadis ini penting. Ia lahir dalam suasana perjalanan perang Khaibar, salah satu ekspedisi besar Nabi Saw. Anas yang masih muda melihat bagaimana Nabi Saw, di tengah kesibukan dan persiapan berat, tetap menjaga kekuatan batin dengan doa.

Menariknya, doa ini bukan diucapkan sekali, tetapi yukthir an yaqūluhū, yang artinya sering beliau ulang-ulang. Karenanya, Nabi sendiri menyadari betapa besarnya ancaman kondisi mental dan beban utang terhadap kualitas hidup seorang mukmin.

Makna Doa

Setiap lafaz doa di atas mengandung pelajaran besar. Al-hamm adalah kegelisahan terhadap sesuatu yang belum terjadi, sementara al-ḥuzn adalah kesedihan karena masa lalu. Dua hal ini sering menggerogoti jiwa dan melemahkan semangat.

Nabi Saw memohon berlindung dari keduanya karena tahu bahwa orang yang terlalu sibuk dengan masa lalu atau terlalu cemas dengan masa depan akan kehilangan tenaga untuk hidup hari ini.

Selanjutnya Nabi Saw berlindung dari al-‘ajz (kelemahan) dan al-kasal (kemalasan). Keduanya menghalangi produktivitas seorang Muslim. Disusul al-bukhl (kikir) dan al-jubn (pengecut), dua sifat yang merusak hubungan sosial dan mengerdilkan jiwa.

Menurut syarah Abu ‘Abd al-Rahman Mahir ibn ʿAbd al-Hamid dalam Syarḥ al-Du‘ā’ min al-Kitāb wa al-Sunnah, sifat-sifat itu adalah “pengganggu kehidupan” yang melemahkan tubuh, pikiran, dan hati.

Yang menarik, Nabi Saw juga berlindung dari ḍala‘ al-dayn alias jeratan utang. Utang tidak hanya menjerat finansial, tetapi juga bisa menjerumuskan pada kebohongan, ingkar janji, bahkan lalai beribadah. Tidak heran jika Rasulullah Saw begitu sering memohon perlindungan dari hal ini.

Doa itu ditutup dengan permohonan agar dijauhkan dari ghalabat al-rijāl atau penindasan manusia lain. Tekanan sosial dan ketidakadilan sering melumpuhkan jiwa. Dalam jangka panjang, dominasi seperti ini bisa memunculkan rasa lemah, dendam, bahkan keputusasaan.

Dengan demikian, Abu ‘Abd al-Rahman Mahir mengatakan bahwa Rasulullah Saw memberi teladan agar seorang Muslim tidak hanya menjaga diri dari tertindas, tetapi juga tidak menindas orang lain.

Semua yang tercantum dalam doa ini terasa begitu aktual. Kegelisahan dan kesedihan mendalam kini dikenal sebagai masalah mental yang serius. Kelemahan, kemalasan, kikir, dan pengecut bisa membuat seseorang kehilangan arah.

Utang yang menumpuk kerap menjadi penyebab utama stres, bahkan bunuh diri. Sementara tekanan sosial bisa menjerat dalam bentuk bullying, kekerasan, atau eksploitasi.

Baca :

Persiapan Dalam keadaan apa? Jika Ajal menjemput hari Ini

Doa Nabi Saw adalah terapi jiwa, perisai moral, sekaligus pengingat bahwa iman tidak hanya soal ibadah ritual, tetapi juga soal kesehatan mental dan ekonomi. Dengan doa ini, kita belajar menjaga keseimbangan antara batin, sosial, dan finansial.


Share:

Kelompok yang tidak diwajibkan solat

 *Kelompok Ini Tidak Diwajibkan Salat, Siapa Mereka?*


Salat adalah ibadah yang wajib bagi muslim. Salat juga kerap disebut sebagai tiang agama karena masuk ke dalam salah satu rukun Islam.

Perintah salat tercantum dalam Al-Qur'an, salah satunya surah Al Kautsar ayat 2. Allah SWT berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: "Maka, laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!"

Menukil dari buku Tuntunan Shalat untuk Semua Orang oleh Sayyid M Dzikri, secara bahasa salat artinya berdoa atau mengagungkan. Dari segi syariat, salat dimaknai sebagai ucapan-ucapan dan berbagai perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Kelompok yang Tidak Diwajibkan Salat

Masih dari sumber yang sama berikut beberapa orang yang tidak diwajibkan salat, yaitu:

1. Non Muslim

Orang yang tidak beragama Islam tidak wajib salat. Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Mu'adz,

"Ajaklah mereka untuk bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika menuruti ajakanmu, beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan salat lima kali sehari semalam." (HR Bukhari)

2. Belum baligh

Salat tidak wajib bagi orang yang belum baligh, yaitu anak-anak. Walau begitu, orang tua wajib memperkenalkan konsep salat dan ibadah kepada anaknya.

3. Orang Gila

Orang gila adalah mereka yang tidak memiliki akal. Orang seperti ini tidak diwajibkan salat, ini sesuai dengan sabda Nabi SAW:

"Dimaafkan dosa dari tiga orang, yaitu orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia mimpi basah (dewasa), orang gila sampai ia sehat kembali." (HR Abu Dawud dan lainnya)

Baca Melihat keagungan Allah

4. Wanita Haid dan Nifas

Wanita yang sedang haid atau nifas diharamkan salat. Oleh karenanya, mereka tidak mendapat dosa jika meninggalkan salat ketika dalam keadaan haid atau nifas.

Sedekah terbaik:

BSI: 2217081947

an Yayasan Griya bina yamuti

Dikutip dari

-DetikHikmah-



Share:

Kegiatan Bulan Desember

Label

Kegiatan Terbaru

Maksiat Menghalangi ketaatan.

Hati manusia memiliki cahaya yang membuatnya mampu melihat kebenaran dan membedakan jalan kebaikan. Namun, cahaya itu dapat tertutup ol...

Label

artikel (1) berita (13) cinta tanah air momen kemerdekaan (2) dan Kegiatan Silaturahim Penerima Manfaat anak-anak yatim piatu Binaan (2) doa akhir tahun & awal tahun (1) donasiyatim (17) Dongeng (6) Dzulqa'dah (1) gerebek (15) Hikmah kelompok yang tidak diwajibkan solat (2) Hikmah orang yang Bakhil (1) hikmah Selepas Ramadhan (1) infak (7) Inspirasi (3) inspirasi silataruhiim pembukaan rekening Bank Bagi anak-anak yang dimuliakan Rasullulloh (1) Inspirasi tentang liburan lebih produktif (1) jumatberkah (15) kajian (1) kegiatan (31) Kegiatan Peresmian Majlis Penghapal Alqur'an Al Hafidz Oleh Pj.walikota Sukabumi (1) Keistimewaan Rajab (1) kisah Uwais Alqarni Penghuni Langit (1) Kurban 1445H (1) Laporan kegiatan Tahunan (1) Literasi (44) Literasi Dunia Islam (1) Literasi Dunia Islam peristiwa penting diBulan Rajab (1) Literasi Puasa Qadha Ramadhan (1) Literasi Tips jaga keluarga harmonis (1) Ngaji online (1) pembangunan (4) Pembinaan Diri (1) pengajian (2) Penyaluran infak zakat sedekah (1) Peringatan Hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad Saw 1446 H / 27 sep 2024 M (1) program (4) program Bina Taqwa (3) Program kado lebaran dan THR Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera (1) Program Kurban (1) program muharram (2) progres pembangunan Tahap 3 Ruang MPQ (1) qurban (6) ramadhan (1) Ramadhan Amalan Ramadahan (1) rumahbelajar (3) santunan (14) Sedekah Al-Qur'an (1) sedekahjumat (5) sedekahyatim (3) Tadabur (1) Tadarus (1) tentang bulan syawwal (1) tentang pristiwa di bulan syawwal (1) yamuti (2) yatimdhuafa (1) yatimpeduli (2) yatimpeduliu (1) zakat (3)