"Pada hari Jumat terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah Ashar." (HR Abu Dawud).
Jumat Berkah mengajarkan keberserahan diri kita kepada Allah SWT
"Pada hari Jumat terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah Ashar." (HR Abu Dawud).
Gerebek Yatim di Desa Sagaranten
Duta Gerebek (Gerakan Edukasi Berbagi Kasih) GBY, Kamis 8 Juni 2023 ini akan menyambangi rumah salah satu yatim binaan GBY di Kp. Pasirlisung rt. 01 rw. 01 desa Sagaranten Kec. Sagaranten Kab. Sukabumi. Ananda Amelia yang langsung menyambut kedatangan duta Gerebek dari GBY.
Keseharian Amelia dengan kehidupan sederhana yang masih duduk di sekolah dasar kelas 4 ini selalu diisi dengan keceriaan, membuktikan keoptimisannya dalam menggapai masa depan yang penuh harapan. Setelahnya duta Gerebek GBY menyapa dan mengevaluasi setoran hafalan al quran, lalu diisi nasihat nasihat pada Amelia agar selalu taat beribadah kepada Allah, selalu rajin membantu ibunya dan jangan lupa terus giat belajar demi mencapai cita cita, maka Amelia diberikan bingkisan dan titipan dari para donatur GBY yang di berikan disertai doa untuk kelancaran usaha dan kesehatan para donatur.
Gerebek atau Gerakan Edukasi Berbagi Kasih adalah merupakan program unggulan Yayasan Griya Bina Yamuti (Yamuti) dalam menyalurkan amanah dari para donatur untuk disalurkan ke anak anak yatim pelosok dan langsung diberikan kepada penerima untuk sekaligus melihat kondisi kesehariannya. Kegiatan ini dibungkus dengan pemberian edukasi kepada penerima, menanamkan akhlak Islamiyah, mendorong hafalan al quran dan motivasi motivasi untuk tetap bersabar dan bersemangat dalam mewujudkan cita citanya di masa depan.
Qurban sebagai Ibadah Utama
Assalamu'alaikum Warohamtullahi Wabaraktuh
Salam Pecinta Yatim
Tak terasa kita sudah memasuki bulan Dzulqo'dah, itu artinya kita akan memasuki bulan di mana Kaum Muslimin sedunia akan melaksanakan Ibadah Haji di Baitullah. Yuk mari kita do'akan Kaum Muslimin yang berangkat ibadah Haji ada dalam kelancaran dan kelak menjadi Haji Mabrur, Amiin. Dan semoga kita semua diberikan kesempatan pula untuk dapat melaksanakan panggilan menuju Rukun Islam yang ke-5 tersebut. Selain ibadah Haji, masih ada ibadah lainnya di bulan Dzulhijjah ini yakni penyembelihan Qurban. Kisah Nabi Ibrahim AS dengan putranya Ismail AS yang melatarbelakangi sejarah terjadinya ritual ini.
Kata qurban itu berasal dari bahasa Arab qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun, yang artinya dekat. Dengan begitu, sahabat karib berarti teman dekat. Makna kurban dalam istilah di sini berarti kita berusaha menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangi upaya mendekatkan diri kita pada Allah SWT. Penghalang mendekatkan itu adalah berhala dalam berbagai bentuknya, seperti ego, nafsu, cinta kekuasaan, cinta harta-benda dan lain-lainnya secara berlebihan.
Pesan mendasar dalam perintah tersebut adalah agar manusia tidak tersesat dalam menjalani hidup dan kehidupan. Manusia sangat mudah sekalli terpedaya oleh kenikmatan sesaat, maka metode dan bimbingan untuk selalu melihat kompas kehidupan melalui shalat dan dziki agar kehidupan kita tidak salah arah.
Perintah Qurban ada dalam Al-quran Surat Al Hajj ayat 34-35 yang artinya : "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."
Jadi jelas bagi kita bahwa perintah berqurban merupakan syariat Allah kepada umatnya sebagai bukti ke-berserahan diri dan kepatuhan kepada Allah SWT. Sehingga tidaklah berlebihan jika Rasul Muhammad SAW membenci umatnya yang memiliki kesempatan untuk berqurban tapi tidak melaksanakannya seperti dalam hadist Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah :











