Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jejak langkah cahaya Anak-anak Kesayangan Rasullulloh bersilaturahim

 

Jejak Cahaya dari Rumah Belajar Pertemuan di Sekretariat Yayasan Griya bina Yamuti dalam rangka pembukaan rekening Bank untuk Penerima Manfaat.

Pada hari Senin 21 April 2025, langit Sukabumi membentang luas, membawa semangat baru bagi anak-anak dari Rumah Belajar Cikelat Cisolok dan Pelabuhan Ratu, Pangantolan . Mereka telah menantikan momen ini—perjalanan ke sekretariat Yayasan Griya Bina Yamuti, tempat di mana ilmu, inspirasi, dan kebersamaan bertemu dan seklaigus pembukaan rekening Bank untuk penyaluran penerimaan manfaat bagi anak-anak yang sangat dimuliakan Baginda Nabi Muhammad Saw.

Dengan langkah penuh antusias, rombongan dari rumah belajar tiba di sekretariat. Sebagian dari mereka memandang sekeliling dengan rasa ingin tahu, sementara yang lain langsung berbaur dengan para pembina dan relawan yang menyambut mereka dengan hangat.

“Selamat datang, adik-adik ibu bapak para wali anak-anak cerdas hebat smart! Hari ini kita akan belajar dan berbagi cerita bersama,” ujar seorang pengurus sambil tersenyum.

Sementara itu, di sudut lain, beberapa anak sedang berdiskusi dengan seorang mentor tentang mimpi dan harapan mereka. Ada yang ingin menjadi guru, dokter, tentara dan ada pula yang bercita-cita mengembangkan komunitas belajar di desanya agar lebih banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan yang sama seperti mereka.

Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa.selain proses pembukaan rekening ini dalah perjumpaan antara semangat belajar dan harapan. Dari obrolan ringan hingga diskusi mendalam tentang masa depan, anak-anak dari rumah belajar membawa energi positif yang menguatkan satu sama lain.

Di penghujung kunjungan, seorang anak mengucapkan sesuatu yang sederhana, namun menyentuh hati semua yang hadir. “Di sini, aku merasa seperti punya keluarga yang mendukung aku untuk terus maju.”

Silaturahim dari rumah belajar ke sekretariat ini bukan hanya tentang kegiatan akademik, tetapi juga tentang mengukuhkan impian, membangun kebersamaan, dan memperkuat tekad untuk masa depan yang lebih cerah. Dari setiap diskusi, tawa, dan doa yang terucap, cahaya kasih semakin bersinar, menghubungkan hati dalam satu tujuan: menjadikan pendidikan sebagai pintu menuju harapan.


Share:

APA YANG HARUS DILAKUKAN ISTRI BILA DAPAT KDRT DARI SUAMI?

PA YANG HARUS DILAKUKAN ISTRI BILA DAPAT KDRT DARI SUAMI?



Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah isu serius yang dapat menghancurkan keharmonisan keluarga. Dalam pandangan Islam, rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang penuh kasih sayang dan ketentraman, di mana suami dan istri saling melindungi, menghormati, dan mengasihi satu sama lain. Namun, bagaimanakah jika seorang istri mengalami KDRT dari suaminya? Apa yang harus dilakukan istri? Berikut penjelasannya!


1. Memahami KDRT dalam Pandangan Islam

Islam menentang segala bentuk kekerasan, termasuk KDRT. Rasulullah saw. dalam banyak hadisnya menekankan pentingnya memperlakukan istri dengan baik. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah saw. bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istri-istriku.” (H.R. At-Tirmidzi).

Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap istri, baik secara fisik, verbal, maupun emosional, adalah tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

2. Mengambil Langkah untuk Melindungi Diri

Jika seorang istri mengalami KDRT, langkah pertama yang harus diambil adalah melindungi dirinya dari bahaya. Islam memberikan hak kepada istri untuk menjaga keselamatan dirinya. Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ...” (Q.S. Al-Baqarah: 195).

Artinya, jika KDRT yang dialami istri mengancam nyawa atau kesehatan, maka istri harus segera mencari tempat yang aman, baik dengan meminta bantuan keluarga, sahabat, atau pihak berwenang.


3. Mencari Nasihat dan Bimbingan dari Ulama

Dalam menghadapi KDRT, penting bagi istri untuk mendapatkan bimbingan dari ulama atau konselor keluarga yang memahami ajaran Islam. Dengan nasihat yang tepat, istri dapat mengetahui hak-haknya dalam Islam dan langkah-langkah yang bisa diambil, termasuk apakah perlu mempertimbangkan perceraian jika situasi semakin memburuk. Ulama seperti Buya Yahya sering kali menekankan pentingnya musyawarah dan mediasi sebelum mengambil keputusan yang lebih drastis.

4. Mempertimbangkan Perceraian sebagai Pilihan Terakhir

Islam memandang perceraian sebagai solusi terakhir dalam masalah rumah tangga. Namun, jika KDRT terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda perubahan dari suami, maka perceraian dapat menjadi jalan keluar untuk menjaga kehormatan dan keselamatan istri.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran:

“Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya.” (Q.S. An-Nisa: 130).

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak memaksa istri untuk bertahan dalam pernikahan yang penuh dengan kekerasan.

5. Menuntut Hak di Pengadilan

Di Indonesia, KDRT diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Istri yang menjadi korban KDRT berhak untuk melaporkan tindakan kekerasan tersebut kepada pihak berwenang dan menuntut haknya di pengadilan. Dalam hal ini, Islam mendukung upaya untuk mendapatkan keadilan dan melindungi diri dari tindakan zalim yang dilakukan oleh pihak suami.


Kesimpulan

KDRT adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap remeh. Seorang istri yang mengalami KDRT harus segera mengambil langkah untuk melindungi dirinya, mencari bimbingan dari ulama, dan mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada sesuai dengan ajaran Islam. Orang-orang sekitar yang mengetahui KDRT pun tidak boleh diam begitu saja. Mereka sebisa mungkin perlu melindungi korban KDRT agar kekerasan yang sama tidak terulang kembali atau bertambah menjadi lebih parah.

Ingatlah, bahwa Islam memberikan hak kepada istri untuk hidup dalam kedamaian dan keselamatan, serta tidak memaksanya untuk bertahan dalam pernikahan yang berbahaya. Jika situasi benar-benar tidak bisa diperbaiki, perceraian bisa menjadi solusi untuk menjaga martabat dan keselamatan istri.


Demikianlah pembahasan seputar hal-hal yang harus dilakukan istri ketika KDRT menimpanya. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan.

YAYASAN GRIYA BINA YAMUTI mengajak Sahabat untuk berinfak setiap hari melalui REK BSI: 2217081947 An Yayasan griya bina yamuti 




Share:

Silaturahmi

Alhamdulillah...

"Silaturahmi adalah jembatan emas yang menghubungkan hati, mempererat tali persaudaraan. Dalam kebersamaan, kita temukan kebijaksanaan untuk saling menguatkan dan tumbuh bersama."
.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang dinamis seringkali dipenuhi oleh kesibukan dan kesulitan, silaturahmi muncul sebagai jembatan kebersamaan dan keharmonisan antarindividu. Kata "silaturahmi" tidak sekadar merujuk pada pertemuan fisik, melainkan lebih dari itu, ia mengandung nilai-nilai kehangatan, persaudaraan, dan saling peduli.
.
Sebuah hadist:
"Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi." (HR. Bukhari)
.
Di tingkat lebih luas, seperti dalam komunitas atau masyarakat, silaturahmi berperan sebagai perekat yang menggerakkan roda solidaritas. Pertemuan-pertemuan rutin, kegiatan bersama, dan saling mendukung dalam kebaikan menciptakan lingkungan yang penuh kehangatan dan gotong royong. Melalui silaturahmi, masyarakat dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.
.

Alhamdulillah pada hari ini kami pengurus yayasan griya bina yamuti bisa bersilaturahim Ke Bp.Achmad Fahmi selaku periode Walikota 2018-2023, dan kami doqkan semoga beliau pasca kecelakaan tunggal dikaruniakan kesehatan dengan sehat paripurna serta bisa beraktivitas kembali seperti biasa Aamin
.
Alhamdulillah, "Beliau mendoakan & support kegiatan program Yayasan dan untuk RMPQ (Ruang Majlis Penghapal Qur'an) Insyaa Allah".
.
.
#Silaturahmi
#peduli #peduliyatim #pedulidhuafa
#sedekah #infak #donasi #yuksedekah

Rek yayasan:
BSI:221708194
An yayasan griya bina yamuti

Informasi:
Ig:griyabinayamuti
Youtube:griyabinayamuti

Share:

GOLONGAN YANG BOLEH TAK PUASA TAPI WAJIB BAYAR FIDYAH

Waktu terus berjalan 11 Rajab 1445H , tak terasa Ramadan tinggal menghitung hari. Sudahkah kita siap menyambut bulan yang suci penuh keberkahan? Kita tahu, bahwa di bulan Ramadan setiap muslim wajib melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Namun tahukah Sahabat, ternyata ada 4 golongan yang dibolehkan tidak berpuasa dan cukup membayar fidyah? Mari kita simak penjelasannya dalam tulisan ini!

Dalil Wajibnya Puasa Ramadan

Sebelum kita membahas siapa saja golongan tersebut, kita perlu tahu terlebih dahulu dalil kewajiban puasa Ramadan yang disandarkan pada firman-Nya berikut ini:

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S. Al-Baqarah: 183).

Berdasarkan pada ayat tersebut, kita ketahui bahwa puasa di bulan Ramadan itu hukumnya wajib. Jika wajib, maka akan berdosa apabila ada yang tidak mengerjakannya karena sengaja dan bukan karena alasan yang syar'i.


Senada dengan hal tersebut, Muhammad Jawad Mughniyah dalam kitabnya yang berjudul Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah menyatakan bahwa semua ulama mazhab telah sepakat bahwa puasa Ramadan itu hukumnya wajib bagi setiap mukalaf atau orang yang sudah dikenai beban syariat.


Puasanya Orang yang Mukalaf dan Mumayiz

Lalu, apa yang dimaksud dengan mukalaf itu?

Secara umum, mukalaf berarti orang yang telah balig dan berakal. Setiap muslim yang telah mukalaf, maka wajib berpuasa Ramadan, jika tidak ia akan berdosa. Namun, semua ulama mazhab telah sepakat bahwa orang yang gila atau kehilangan akalnya tidak wajib menjalankan puasa. Apabila misalnya ia berpuasa, maka puasanya tidak sah dan tidak diterima.

Karena puasa ini untuk mereka yang sudah balig, maka sebenarnya anak kecil yang belum balig belum memiliki kewajiban untuk berpuasa. Hanya saja, apabila anak-anak mengerjakan puasa, puasanya dianggap sah dan diterima dengan syarat anak tersebut sudah mumayiz.


Mumayiz sendiri merupakan kondisi anak yang sudah bisa membedakan hal yang baik dan yang buruk. Selain itu, mengajari anak berpuasa pun menjadi bentuk pendidikan Islam sejak kecil.

Ada hal yang perlu kita perhatikan dalam puasa Ramadan ini. Mereka yang wajib berpuasa Ramadan adalah orang-orang yang memang mampu mengerjakannya dan tidak sedang haid atau nifas bagi perempuan muslimah.


Golongan Orang yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadan

Ayah Bunda Sahabat, sekarang kita akan mempelajari siapa saja golongan orang yang boleh tidak berpuasa Ramadan, tetapi wajib diganti dengan membayar fidyah.

Seperti yang disampaikan oleh Sayyid Sabiq dalam kitabnya yang berjudul Fiqh Sunnah, ada 4 golongan yang boleh tidak berpuasa Ramadan tetapi wajib diganti dengan fidyah.

Fidyah sendiri merupakan penebusan atas puasa yang ditinggalkan karena alasan-alasan yang dibenarkan oleh syariat Islam. Cara fidyah adalah dengan memberi makan fakir miskin sejumlah hari puasa yang ditinggalkan.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ    وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ  فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ    وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

"(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
QS. Al-Baqarah[2]:184

1. Lansia

Mereka yang telah lansia atau sudah tua renta boleh tidak mengerjakan puasa Ramadan. Namun, mereka wajib membayar fidyah. Hal tersebut seperti yang dismapaikan oleh Rasulullah saw. dalam hadis berikut ini:

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, "Orang tua diperbolehkan untuk berbuka. Sebagai gantinya, ia memberikan makanan kepada satu orang miskin untuk setiap harinya. Ia tidak wajib mengqadanya." (H.R. Daruquthni dalam Sunan Daruquthni dan Hakim dalam Mustadrak Hakim. Keduanya mengatakan hadits ini memiliki sanad yang shahih).

2. Perempuan yang Kondisinya Lemah

Selain lansia, perempuan yang kondisinya lemah pun boleh tidak berpuasa Ramadan dan wajib mengganti dengan membayar fidyah. Maksud dari perempuan yang kondisinya lemah itu adalah mereka yang sedang hamil dan menyusui.

Jika berpuasa, maka dikhawatirkan akan mengganggu kondisi kesehatan perempuan tersebut atau anaknya yang sedang dikandung. Hal tersebut mengacu pada firman Allah Swt. dalam surah Al Baqarah ayat 184 berikut ini:

"Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin."

Meski begitu, ada hal yang perlu kita perhatikan terkait golongan ini. Fidyah bagi perempuan yang sedang hamil dan menyusui rupanya ada perbedaan pendapat di kalangan ulama.


Menurut pendapat dari mazhab Hambali dan Syafi'i, perempuan yang tengah hamil dan menyusui wajib membayar fidyah apabila hanya khawatir terhadap anak yang dikandungnya saja. Namun, jika khawatir terhadap dirinya dan anaknya secara bersamaan, maka tetap harus mengqada puasa Ramadannya tanpa membayar fidyah.

Sementara menurut Mazhab Maliki, fidyah hanya wajib bagi wanita yang menyusui saja, bukan untuk yang sedang hamil. Sedangkan menurut mazhab Hanafi, fidyah tidak diwajibkan secara mutlak.

3. Orang yang Sakit Menahun

Puasa Ramadan juga tidak wajib bagi mereka yang memiliki penyakit menahun yang memang sulit untuk disembuhkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sayyid Sabiq yang merupakan ulama Syafi'iyah.

Menurutnya, orang yang sakit menahun akan merasa berat untuk menjalankan puasa, apalagi jika sakitnya parah. Mereka yang sakit menahun dan kondisinya parah disamakan hukumnya dengan orang yang sudah renta/lansia. Maka, ia wajib membayar fidyah tanpa harus mengqada puasa Ramadannya.

4. Para Pekerja Berat

Golongan yang terakhir adalah para pekerja berat. Maksud dari pekerja berat itu adalah orang yang bekerja menggunakan tenaganya. Mereka bekerja sangat berat hingga menguras tenaganya dan hanya itu saja satu-satunya mata pencaharian mereka.

Menurut Sayyid Sabiq, para pekerja berat diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadan apabila memang benar-benar tidak sanggup untuk berpuasa dan jika berpuasa akan mengancam keselamatannya. Namun, mereka wajib membayar fidyah sebagai gantinya.

Hukum meninggalkan puasa Ramadan bagi para pekerja berat ini disamakan dengan para lansia dan orang yang sakit menahun. Namun, ada juga pendapat ulama lain yang mengatakan bahwa para pekerja berat tidak wajib membayar fidyah, mereka hanya wajib mengqadanya di bulan yang lain.


Itulah penjelasan seputar 4 golongan yang boleh tidak berpuasa Ramadan tetapi wajib membayar fidyah. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan Sahabat menjelang memasuki bulan Ramadan.


Cara menghitung Fidyah:


Yakni Cara menghitung fidyah sangat mudah, 1 hari 1 mud atau setara dengan 3/4 liter makanan pokok. Jika anda meninggalkan 1 hari puasa maka fidyahnya adalah memberi makan 3x sehari kepada fakir miskin. Jika dikonversikan sekali makan sebesar Rp.15.000,- maka untuk nominal fidyah sebesar Rp.45.000,- untuk 3x makan mustahik dalam sehari lengkap dengan lauk /atau (mungkin bisa lebih bagaimana kebiasaan terbaik yang kita makan misal makan sekali Rp.25.000, dan seterusnya x 3 kali makan = Rp.75.000)


Bagi Sahabat atau keluarga yang masih memiliki kewajiban fidyah tetapi belum ditunaikan, Sahabat bisa menitipkan fidyahnya melalui Yayasan Griya bina yamuti. Yayasan griya bina yamuti siap menyalurkan fidyah Ayah bunda Sahabat atau keluarga kepada kaum fakir miskin. 

Salurkan melalui rekening BSI :2217081947 an

Yayasan griya bina yamuti (ket titipan fidyah)

Share:

PERJALANAN UNTUK MERAIH SUATU MAKNA

Kadang kala manusia melakukan suatu perjalanan karena memang kebutuhan. Misalnya, karena ada urusan pekerjaan, menuntut ilmu, hingga mengunjungi keluarga. Namun, ada juga yang melakukan perjalanan sebatas untuk refreshing semata demi melepas penat dan kejenuhan.


Ya, setiap orang memang memiliki tujuan yang berbeda-beda ketika melakukan perjalanan. Namun, terlepas dari tujuan melakukan perjalanannya apa, alangkah lebih baik jika momen melakukan perjalanan menjadi ajang untuk meningkatkan kadar spiritualitas kita kepada Sang Pencipta, Allah Azza wa Jalla.

Melakukan perjalanan bisa menjadi sarana untuk refleksi diri, membuka wawasan baru, dan menumbuhkan jiwa sosial. Dengan melihat tempat yang baru atau tempat yang asing, maka kita pun bisa belajar memahami tentang hakikat penciptaan diri.

Selain hal yang disebutkan di atas, berikut beberapa makna lainnya yang akan kita petik apabila melakukan suatu perjalanan:


1. Meningkatkan Nilai Tauhid

Sahabat, sebenarnya tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. melimpah ruah di sekitar kita. Sayangnya sering kali kita tidak peka. Akibat terlalu disibukkan dengan urusan duniawi, maka ketika melihat burung terbang di langit, ya kita pun merasa biasa saja. Padahal, sebenarnya jika kita merenung lebih dalam, maka kita akan terpukau dan semakin yakin dengan kebesarannya Allah Swt.

Melakukan perjalanan dan melihat berbagai ciptaan-Nya baik misalnya melihat alam yang indah, melihat berbagai hewan, tumbuhan, atau fenomena alam, hingga berbagai jenis manusia, sebenarnya bisa meningkatkan nilai ketauhidan kita kepada Sang Pencipta. Dan seharusnya, dengan melakukan perjalanan, keimanan kita kepada Allah Swt. pun semakin menebal. Akan tetapi, iman itu bisa menebal jika kita mau berpikir.

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disiram dengan air yang sama; kami melebihkan sebahagian tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasa buahnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (Q.S. Ar-Rad:  4).


2. Melatih Kepercayaan Diri

Dengan melakukan perjalanan (apalagi misalnya pergi seorang diri), maka kita sebenarnya sedang menguji keyakinan diri. Apakah kita mampu melakukan perjalanan seorang diri? Apakah kita bisa menjaga diri selama perjalanan? Apakah kita bisa mengatasi masalah-masalah yang tak terduga selama perjalanan? Apakah kita bisa mengatur perjalanan? Pertanyaan-pertanyaan itu bisa mengasah kepercayaan diri kita.

Ya, terkadang memang ada sebagian orang yang harus melakukan perjalanan seorang diri ke tempat yang jauh untuk menuntut ilmu atau bekerja. Maka, perjalanan tersebut sebenarnya bisa menjadi sarana untuk menempa diri menjadi pribadi yang percaya diri. Entah misalnya dalam penggunaan bahasa asing atau pengelolaan diri di tempat yang asing dan baru.


3. Meningkatkan Rasa Syukur

Perjalanan bisa memberi kita kesempatan untuk lebih banyak memperhatikan sekitar. Entah memperhatikan berbagai makhluk ciptaan Allah Swt., interaksi antarmanusia, memperhatikan berbagai perbedaan yang tidak bisa kita hindari, dan lain sebagainya.

Ya, melakukan perjalanan bisa membuat kita akhirnya belajar arti syukur yang sebenarnya. Bahwa Allah Swt. menciptakan berbagai jenis makhluk hidup dan alam semesta. Kita pun bersyukur akan hal itu.

Sahabat, alangkah lebih baik jika sebelum melakukan perjalanan, kita berdoa dan bersedekah terlebih dahulu. Doa dan sedekah sebelum bepergian rupanya bisa melindungi kita dari bala atau musibah yang akan menimpa kita selama perjalanan. Hal tersebut berdasarkan pada hadis Nabi saw. berikut ini:

"Sedekah itu menolak bala (bencana)." (H.R. At-Thabrani).


Rasulullah menceritakan kepada kita bahwa, "Boleh jadi di antara kalian ada yang melakukan amal-amal ahli surga, sehingga jarak antara dia dan surga tinggal sehasta, tetapi dalam takdir Allah (ilmu Allah) ia akan masuk neraka. Dan boleh jadi di antara kalian melakukan amal-amal ahli neraka, sehingga jarak antara dia dan neraka tinggal sehasta, tetapi dalam ilmu Allah, kelak ia masuk surga. Dalam keadaan itu ia mengakhiri kehidupannya."

Maka beliau mengajarkan doa: "Ya Allah, jadikanlah usiaku yang paling baik adalah penghujungnya. Dan amal yang terbaik adalah pada pungkasannya. Dan hari-hari yang terbaik adalah di mana hari-hari saya bertemu dengan-MU."

Jadi, ukuran kebaikan seseorang di sini, bukanlah awal kehidupannya, atau pertengahannya, tetapi akhir kehidupannya.Jadi setiap individu dan bangsa memiliki masa ajal. Kita hanya dibingkai oleh masa lalu, kini dan esok hari.


Sahabat bisa menunaikan sedekah melalui Rekening BSI: 2217081947 an Yayasan Griya Bina Yamuti  


#Gbypeduli #peduliyatim #pedulidhuafa #sedekah #yuksedekah #donasi



Share:

Keutamaan sedekah subuh


*IBADAH SUNNAH SEBAGAI PENYEMPURNA IBADAH WAJIB*

Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, Allah jadikan amalan-amalan sunah yang fungsinya dapat menyempurnakan kekurangan pada amalan-amalan wajib yang dikerjakan.

Jika kita perhatikan, hampir setiap ibadah yang wajib, terdapat ibadah sunah yang mendampinginya. Shalat wajib, ada shalat sunah rawatib, zakat, ada sedekah sunah, puasa Ramadhan ada puasa-puasa sunah Senin-Kamis, puasa Syawal, puasa Dawud, demikian ibadah-ibadah wajib lainnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

"Hal pertama yang akan dihisab di hari kiamat dari amal seorang hamba adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada shalat wajibnya, Allah berfirman, "Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki ibadah sunah yang bisa menyempurnakan ibadah wajibnya yang kurang?" Demikianlah yang berlaku pada seluruh amal wajibnya." (HR. At Tirmidzi dan An Nasa'i)

Ada beberapa tafsiran para ulama, berkenaan maksud ibadah sunah akan menyempurnakan ibadah wajib, ibadah sunah yang seperti apa?

Pertama, ibadah sunah yang satu kelompok dengan ibadah wajib.

Seperti, kekurangan shalat Isya' akan disempurnakan oleh shalat sunah rawatib sebelum (qabliyah) atau setelahnya (ba'diyah). Shalat Shubuh, disempurnakan oleh shalat sunah Fajar. Shalat Dzuhur, oleh shalat rawatib yang membersamainya. Zakat, disempurnakan oleh sedekah harta yang hukumnya sunah.

Kedua, ibadah sunah yang satu jenis dengan ibadah wajib.

Artinya ibadah sunah akan berfungsi sebagai penyempurna, hanya untuk ibadah-ibadah yang sejenis. Seperti, kekurangan pada shalat wajib, akan tertutupi oleh semua shalat sunah yang kita lakukan. Kekurangan pada puasa wajib, akan terbayar dengan semua puasa sunah yang kita kerjakan. Kekurangan pada zakat, akan terlengkapi oleh semua sedekah sunah yang kita tunaikan. Demikian seterusnya.

Jadi asal ibadah sunah itu sejenis dengan ibadah wajib, maka bisa berfungsi sebagai penyempurna untuk ibadah wajib yang sejenis tersebut. Shalat dengan sholat, puasa dengan puasa, zakat dengan sedekah, dst.

Ketiga, semua ibadah sunah, meski tidak sekelompok atau sejenis, dapat menghapus kekurangan semua Ibadah wajib.

Jadi shalat sunah kita dapat berfungsi menyempurnakan kekurangan pahala di puasa wajib kita. Sedekah-sedekah kita, dapat berfungsi menyempurnakan kekurangan pada shalat wajib kita dan seluruh ibadah wajib kita.

Dari ketiga penafsiran di atas, yang tampaknya paling tepat adalah yang kedua, wallahu a'lam bish shawwab.

Maula Ali Al-Qari rahimahullah menegaskan, Firman Allah, "Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki ibadah Sunah?", Maksudnya di lembaran catatan amalnya, dan Allah lebih mengetahui daripada para malaikat pencatat amal itu, adakah penyempurna dari shalat, sebagaimana yang tersebut dalam zahir hadis; baik shalat sunah rawatib qabliyah (sebelum sholat fardhu) ataupun ba'diyah (setelah sholat fardhu), atau sholat sunah mutlak (yang tak terikat waktu). (Mirqatul Mafatih)

Demikian juga puasa, jika seorang meninggalkan suatu penyempurna ibadah puasa wajibnya, maka akan disempurnakan oleh ibadah puasa yang hukumnya sunah. Demikian pula zakat, jika seorang kurang sempurna menunaikannya, penggantinya akan diambilkan dari sedekah-sedekah sunah. (Al Mafatih Fi Syarhil Mashabih)

#pedulisesama #sedekah #yuksedekah

#zakat #infak

Share:

IBADAH SUNNAH SEBAGAI PENYEMPURNA IBADAH WAJIB

IBADAH SUNNAH SEBAGAI PENYEMPURNA IBADAH WAJIB

Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, Allah jadikan amalan-amalan sunah yang fungsinya dapat menyempurnakan kekurangan pada amalan-amalan wajib yang dikerjakan.

Jika kita perhatikan, hampir setiap ibadah yang wajib, terdapat ibadah sunah yang mendampinginya. Shalat wajib, ada shalat sunah rawatib, zakat, ada sedekah sunah, puasa Ramadhan ada puasa-puasa sunah Senin-Kamis, puasa Syawal, puasa Dawud, demikian ibadah-ibadah wajib lainnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

"Hal pertama yang akan dihisab di hari kiamat dari amal seorang hamba adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada shalat wajibnya, Allah berfirman, "Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki ibadah sunah yang bisa menyempurnakan ibadah wajibnya yang kurang?" Demikianlah yang berlaku pada seluruh amal wajibnya." (HR. At Tirmidzi dan An Nasa'i)

Ada tiga tafsiran para ulama, berkenaan maksud ibadah sunah akan menyempurnakan ibadah wajib, ibadah sunah yang seperti apa?

Pertama, ibadah sunah yang satu kelompok dengan ibadah wajib.

Seperti, kekurangan shalat Isya' akan disempurnakan oleh shalat sunah rawatib sebelum (qabliyah) atau setelahnya (ba'diyah). Shalat Shubuh, disempurnakan oleh shalat sunah Fajar. Shalat Dzuhur, oleh shalat rawatib yang membersamainya. Zakat, disempurnakan oleh sedekah harta yang hukumnya sunah.

Kedua, ibadah sunah yang satu jenis dengan ibadah wajib.

Artinya ibadah sunah akan berfungsi sebagai penyempurna, hanya untuk ibadah-ibadah yang sejenis. Seperti, kekurangan pada shalat wajib, akan tertutupi oleh semua shalat sunah yang kita lakukan. Kekurangan pada puasa wajib, akan terbayar dengan semua puasa sunah yang kita kerjakan. Kekurangan pada zakat, akan terlengkapi oleh semua sedekah sunah yang kita tunaikan. Demikian seterusnya.

Jadi asal ibadah sunah itu sejenis dengan ibadah wajib, maka bisa berfungsi sebagai penyempurna untuk ibadah wajib yang sejenis tersebut. Shalat dengan sholat, puasa dengan puasa, zakat dengan sedekah, dst.

Ketiga, semua ibadah sunah, meski tidak sekelompok atau sejenis, dapat menghapus kekurangan semua Ibadah wajib.

Jadi shalat sunah kita dapat berfungsi menyempurnakan kekurangan pahala di puasa wajib kita. Sedekah-sedekah kita, dapat berfungsi menyempurnakan kekurangan pada shalat wajib kita dan seluruh ibadah wajib kita.

Dari ketiga penafsiran di atas, yang tampaknya paling tepat adalah yang kedua, wallahu a'lam bish shawwab.

Maula Ali Al-Qari rahimahullah menegaskan, Firman Allah, "Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki ibadah Sunah?", Maksudnya di lembaran catatan amalnya, dan Allah lebih mengetahui daripada para malaikat pencatat amal itu, adakah penyempurna dari shalat, sebagaimana yang tersebut dalam zahir hadis; baik shalat sunah rawatib qabliyah (sebelum sholat fardhu) ataupun ba'diyah (setelah sholat fardhu), atau sholat sunah mutlak (yang tak terikat waktu). (Mirqatul Mafatih)

Demikian juga puasa, jika seorang meninggalkan suatu penyempurna ibadah puasa wajibnya, maka akan disempurnakan oleh ibadah puasa yang hukumnya sunah. Demikian pula zakat, jika seorang kurang sempurna menunaikannya, penggantinya akan diambilkan dari sedekah-sedekah sunah. (Al Mafatih Fi Syarhil Mashabih)


#gbypeduli #pedulisesama #peduliyatim
#pedulidhuafa
Share:

Menjemput rezeki

Jemputlah Rezeki yang Halal, Sisihkan untuk Sedekah yuk

Ayah bunda sahabat yang baik, Allah Swt. memberikan rezeki kepada makhluk-Nya dengan berbagai cara dan arah yang tanpa kita duga. Maka, jemputlah rezeki itu dengan cara yang baik. Sebagaimana dalam Al-Quran :

"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
 (QS. Al Baqarah ayat 172)

Dan ketika kita mendapatkan rezeki, maka bersyukurlah dan sisihkan untuk sedekah. Inilah yang membuat rezeki yang sedikit namun mengalir terus beserta manfaat dan keberkahannya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap rezeki yang kita peroleh. Aamiin yaa Robbal 'aalamin.

61 hari lagi, Ramadhan akan menyapa kita semua. Semoga ﷲ memberikan kita kesempatan untuk melaksanakan ibadaha terbaik kita diRamadhan 1455H.
---
Raih Pertolongan Allah dengan Sedekah di  Griya Bina yamuti.
Transfer Sedekah terbaik: 
BSI : 2217081947 a.n. Yayasan Griya Bina Yamuti

Informasi :
Ig:griyabinayamuti
Fb:griyabinayamuti
Youtube:griyabinayamuti

#gbypeduli #peduliyatim #pedulidhuafa
#pedulisesama #sedekah #rezekihalal #yuksedekah
Share:

Yayasan Griya Bina Yamuti Kembali Membangun Ruangan Majelis Penghafal Quran


Yayasan Griya Bina Yamuti, sebuah lembaga yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, kembali memulai pembangunan yang bertujuan untuk Ruangan Majelis Penghafal Quran (MPQ) di lantai dua. Proses pembangunan ini dimulai dengan pengecoran balok tihang dan atap, yang menandai langkah awal menuju pembentukan ruang yang inspiratif dan nyaman bagi para penghafal Al-Quran.

Pembangunan selanjutnya melibatkan pemasangan lantai keramik, memberikan sentuhan estetika dan kenyamanan dalam lingkungan MPQ. Ruangan ini tidak hanya menjadi tempat untuk belajar menghafal Al-Quran, tetapi juga sebagai tempat berkumpulnya para penghafal untuk saling berinteraksi, memperkuat tali persaudaraan, dan berbagi pengalaman dalam perjalanan penghafalan Quran.

Majelis Penghafal Quran bukan hanya sekadar ruang fisik, melainkan sebuah inisiatif penting dalam persiapan Generasi Qurani. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung dan mendorong anak-anak binaan untuk menghafal Al-Quran. MPQ di Yayasan Griya Bina Yamuti bukan hanya menjadi tempat untuk menguasai ayat-ayat suci, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas.

Mengingat pentingnya peran MPQ dalam membentuk generasi yang cinta Al-Quran, Yayasan Griya Bina Yamuti mengajak masyarakat untuk turut berperan serta dalam mendukung pembangunan ini. Donasi dari masyarakat sangat diharapkan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan MPQ menjadi tempat yang optimal untuk membimbing dan membina anak-anak binaan menjadi generasi Qurani yang berintegritas dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam spirit kebersamaan, mari bersama-sama wujudkan mimpi Yayasan Griya Bina Yamuti untuk mencetak generasi penghafal Al-Quran yang berilmu, berakhlak, dan menjadi kebanggaan bagi umat dan bangsa. Donasi Anda adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik dan terang benderang. Mari kita bergandengan tangan dalam mendukung pembangunan Ruangan Majelis Penghafal Quran.

Share:

Penerima manfaat Beras 5 kg dan uang saku

Salah satu penerima manfaat dari program penerima manfaat beras beserta uang saku.
.
Namanya Khairul Azmi warga Kp. Pangantolan rt. 04/ 01 Desa Parakanlima Kec. Cikembar Kab. Sukabumi, yang sangat ceria dan bercita-cita mulia ingin menjadi pemain sepakbola
.
Khairul azmi kelas 6 berusia 12 tahun yang  keseharian yang dilakukannya selain sekolah adalah membantu meringankan pekerjaan orantuanya. Khairul azmi (24/11/23)

.
Senyum tulusnya menjadi penyemangat kami untuk terus membantu khairul azmi untuk bisa terus mendukung pendidikannya sampai mengabulkan cita-citanya menjadi dokter.
.
Terimakasih sahabat dermawan @yayasan griya bina yamuti,  saya akan terus semangat dalam mengejar cita-citanya, dan semoga Allah balas dengan sebaik-baik balasanya.
.
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Rekening A.n yayasan griya bina yamuti.
Bisa melalui : Ewallaet dana.
BSI : 2217081947
AN Griyabinayamuti
.
Konfirmamasi
.
#gbypeduli #peduliyatim #pedulidhuafa
#sedekahberas #sedekahpembangunan #sedekah
Share:

Maulid Nabi Muhammad Saw&Soempah Pemuda 28/10/2023

Barokallaahu fiikum🙏🏻😇


Assalamu'alaikum.Wr.Wb

Syukur Alhamdulillah Kita panjatkan kehadirat Ilahiy Rabbiy, salawat dan salam tercurah limpahkan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, kami bersyukur atas kelancaran dan kesuksesan pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dg tema "meneladani Baginda Nabi Muhammad saw dg semangat soempah pemuda menebar manfaat memperkuat silaturahim" melantunkan ayat suci Alquran, doa, serta kreasi anak binaan yayasan mulai Qira'at, Pildacil, seni marawis dan santunan untuk anak yatim binaan, Terima kasih ayah bunda, sahabat yang baik hatinya, Doa & Sedekahnya sudah di salurkan semoga maqbul adanya dan berkah 🤲🏻😇

Dihadiri segenap tamu undangan Walikota periode sep 2018-sep 2023 Bp.H.Achmad Fahmi, Kadinsos kota Yg mewakili, Bp.lurah dayeuh Luhur, Bp.Rw, serta Al-Mukarom Ustadz Cepi dan ananda-ananda yg berbahagia generasi cerdas sejahtera, ibu2 warga sekitar yayasan , ketua pembina, pengurus, relawan...

Bismillah Semoga Allah tambahkan nikmat iman, islam dan sehat yang sempurna, memberikan keluasan rezeki dan menambah Berkah hidup, memudahkan segala urusan dan mengabulkan segala hajat serta semoga Allah Istiqomahkan kita semua untuk terus membantu sesama...

Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🏻😇

Jazakumulloh khair 







#GBYPEDULI #peduli #kebahagiaan #peduliyatim #peduliDhuafa #pedulisesama #Sedekah #sedekahyuk #Sedekahonline #infak #zakat #Sedekahjumat #zakatmal #infak #Donasi #donasionline #yatim #dhuafa #DonasiPembangunanasramayatimdhuafa

Informasi kegiatan Youtube:

Ig  : griyabinayamuti
Fb :griyabinayamuti

Share:

Marawis : Pesan, Harmoni & Kreatifitas



Seni Marawis, sebuah tradisi musik dan seni pertunjukan yang berasal dari Timur Tengah, telah meraih tempat istimewa di Indonesia. Datangnya seni Marawis ke Indonesia membawa pesan-pesan keagamaan, keindahan harmoni musik, serta semangat kebersamaan dalam berkreasi dan beribadah.



Dalam seni Marawis, terdapat pesan-pesan yang mendalam tentang kesetiaan kepada agama dan keyakinan, serta pentingnya memelihara nilai-nilai moral dan etika. Melalui irama yang khas dan lirik-lirik yang mendalam, seni Marawis menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Perkembangan seni Marawis di Indonesia telah mengalami transformasi yang menarik. Awalnya hadir sebagai tradisi yang berfokus pada pelantunan nasyid agama dengan iringan alat musik, seni Marawis kemudian mengalami penyesuaian dengan budaya lokal. Hal ini tercermin dalam penggabungan elemen-elemen musik daerah dan budaya Indonesia ke dalam pertunjukan Marawis, menciptakan variasi yang menarik dan beragam.

Salah satu grup Marawis legendaris dunia yang patut disebutkan adalah "El-Warsha" dari Mesir. Mereka telah berkontribusi dalam melestarikan dan mengangkat martabat seni Marawis secara global, serta berhasil meraih penghargaan dan apresiasi di berbagai negara.



Di Indonesia, terdapat banyak grup Marawis yang juga telah mencapai prestasi dan pengakuan, seperti "El-Mildan" dari Padang dan "El-Hidayah" dari Jakarta. Grup-grup ini tidak hanya menghidupkan tradisi Marawis, tetapi juga membawa inovasi dan kreativitas baru dalam bentuk pertunjukan dan penampilan.

Dengan demikian, seni Marawis datang ke Indonesia membawa pesan-pesan agama, keindahan musik, serta semangat kebersamaan. Perkembangan seni Marawis di Indonesia menggambarkan adaptasi kreatif terhadap budaya lokal, sementara grup-grup Marawis legendaris dunia dan Indonesia telah berperan penting dalam memperkaya dunia seni dan budaya.

Dalam melestarikan budaya dan seni sebagai sarana dakwah, yayasan Griya Bina Yamuti mengenalkan dan dijadikan agenda latihan dan pembinaan bagi anak anak binaan GBY, seperti yang dilaksanakan pada hari Ahad, 6 Agustus 2023 yang lalu. Tak mau ketinggalan, para ibu ibu pengurus dan masyarakat sekitarpun antusias dalam sesi latihan ini, meskipun pihak yayasan mendatangkan pelatih khusus di bidang seni marawis. Latihan marawis yang di bimbing langsung oleh ust. Rijal ini di lakukan setiap 2 pekan sekali dalam setiap bulannya
Share:

Mengawali Kembali Pembangunan di Griya Bina Yamuti untuk Lantai 2

Setelah mengalami penundaan akibat berbagai faktor, Yayasan Griya Bina Yamuti akhirnya mengawali kembali pembangunan lantai 2 pada proyek pembangunan asrama dan sarana pendidikan. Keputusan untuk melanjutkan pembangunan ini menjadi tonggak penting bagi pengurus yayasan yang berharap dapat segera menyelesaikan pembangunan asrama ini. Pada tahap ini, fokus utama pengerjaan ditujukan pada pemasangan kusen jendela dan pembuatan kamar. Mari kita simak bagaimana proyek ini dijalankan dan mengapa pembangunan kembali ini begitu dinanti-nantikan.

Pemasangan Kusen Jendela

Pada tahap awal pembangunan lantai 2 di Griya Bina Yamuti, tim konstruksi memusatkan perhatian pada pemasangan kusen jendela. Pemilihan kusen jendela yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan bangunan. Kusen jendela yang baik tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga memastikan isolasi yang baik untuk meminimalkan kebocoran udara dan kebisingan dari luar.

Pemasangan kusen jendela di Griya Bina Yamuti dilakukan dengan cermat oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidangnya. Pengurus GBY berkolaborasi dengan tim pembangunan GBY untuk memilih desain kusen yang sesuai dengan gaya arsitektur dan preferensi pribadi mereka. Proses ini juga melibatkan pemilihan material berkualitas tinggi, yang menjamin ketahanan jendela terhadap cuaca ekstrem, serta memberikan tingkat keamanan yang optimal bagi penghuni.

Pembuatan kamar

Setelah berhasil menyelesaikan pemasangan kusen jendela, langkah selanjutnya adalah memulai pembuatan kamar di lantai 2. Pada tahap ini, rancangan tata letak kamar yang efisien dan ergonomis menjadi perhatian utama. Pembuatan kamar yang optimal akan mencakup pemilihan bahan bangunan yang sesuai dan berkualitas, serta perencanaan yang matang untuk mengakomodasi semua kebutuhan yayasan.

Bagian ini melibatkan berbagai spesialis, seperti tukang kayu, tukang batu, dan tukang listrik, yang bekerja secara sinergis untuk menghasilkan kamar-kamar yang nyaman dan fungsional. Setiap detail diperhatikan dengan seksama mulai dari pemasangan dinding, pengecatan, hingga instalasi sistem kelistrikan dan sanitasi. Penggunaan teknologi dan metode konstruksi terbaru juga diimplementasikan untuk memastikan kualitas bangunan dan efisiensi waktu pengerjaan.

Antusiasme Masyarakat dan Harapan Masa Depan

Di mulainya kembali pembangunan di Griya Bina Yamuti untuk lantai 2 telah menciptakan antusiasme yang tinggi di kalangan masyarakat setempat. Proyek ini bukan hanya tentang membangun struktur fisik, tetapi juga melibatkan semangat membangun mimpinya sendiri dan menciptakan sarana pendidikan bagi masyarakat sekitar. Semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk mencapai hasil terbaik dan mewujudkan impian dan cita cita luhur yayasan GBY

Harapan untuk masa depan Griya Bina Yamuti adalah terwujudnya sarana pendidikan yang lengkap dengan seluruh fasilitas yang diperlukan dan didesain sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemiliknya. Pembangunan lantai 2 ini menjadi langkah maju yang signifikan menuju terwujudnya sarana pendidikan dan pembinaan anak-anak Yatim binaan GBY yang dinanti-nantikan. Dengan semangat dan kerja sama yang terjalin, proyek ini diyakini akan menjadi prestasi yang membanggakan bagi seluruh pengurus yayasan dan tim pembangunan GBY juga masyarakat di sekitar Yayasan GBY.

Share:

Kegiatan Bulan Desember

Label

Kegiatan Terbaru

Maksiat Menghalangi ketaatan.

Hati manusia memiliki cahaya yang membuatnya mampu melihat kebenaran dan membedakan jalan kebaikan. Namun, cahaya itu dapat tertutup ol...

Label

artikel (1) berita (13) cinta tanah air momen kemerdekaan (2) dan Kegiatan Silaturahim Penerima Manfaat anak-anak yatim piatu Binaan (2) doa akhir tahun & awal tahun (1) donasiyatim (17) Dongeng (6) Dzulqa'dah (1) gerebek (15) Hikmah kelompok yang tidak diwajibkan solat (2) Hikmah orang yang Bakhil (1) hikmah Selepas Ramadhan (1) infak (7) Inspirasi (3) inspirasi silataruhiim pembukaan rekening Bank Bagi anak-anak yang dimuliakan Rasullulloh (1) Inspirasi tentang liburan lebih produktif (1) jumatberkah (15) kajian (1) kegiatan (31) Kegiatan Peresmian Majlis Penghapal Alqur'an Al Hafidz Oleh Pj.walikota Sukabumi (1) Keistimewaan Rajab (1) kisah Uwais Alqarni Penghuni Langit (1) Kurban 1445H (1) Laporan kegiatan Tahunan (1) Literasi (44) Literasi Dunia Islam (1) Literasi Dunia Islam peristiwa penting diBulan Rajab (1) Literasi Puasa Qadha Ramadhan (1) Literasi Tips jaga keluarga harmonis (1) Ngaji online (1) pembangunan (4) Pembinaan Diri (1) pengajian (2) Penyaluran infak zakat sedekah (1) Peringatan Hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad Saw 1446 H / 27 sep 2024 M (1) program (4) program Bina Taqwa (3) Program kado lebaran dan THR Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera (1) Program Kurban (1) program muharram (2) progres pembangunan Tahap 3 Ruang MPQ (1) qurban (6) ramadhan (1) Ramadhan Amalan Ramadahan (1) rumahbelajar (3) santunan (14) Sedekah Al-Qur'an (1) sedekahjumat (5) sedekahyatim (3) Tadabur (1) Tadarus (1) tentang bulan syawwal (1) tentang pristiwa di bulan syawwal (1) yamuti (2) yatimdhuafa (1) yatimpeduli (2) yatimpeduliu (1) zakat (3)