JUM'AT BERDOA SANTUNAN 13102023
Yuk manfaatkan Waktu Untuk Bersedekah
Pernahkah ayah bunda Sahabat berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berbagi tapi tidak bisa dilakukan karena sibuk? Misalnya saat di perjalanan menuju kantor Sahabat melihat anak yang lusuh dan tampak begitu kelaparan. Sahabat sebenarnya membawa makanan yang disukai Nya, tetapi karena sibuk harus lekas-lekas ke kantor, kesempatan berbagi padanya pun terlewatkan.
Atau misalnya Sahabat sedang memiliki kelebihan makanan dan sebenarnya memiliki kesempatan untuk berbagi makanan kepada tetangga. Namun karena merasa ingin memakan makanan tersebut di lain waktu, akhirnya makanan pun dimasukkan ke dalam kulkas hingga terlupa dan jadi basi. Padahal, sebenarnya Sahabat memiliki kesempatan untuk berbagi kepada orang lain.
Ya, sebenarnya kita memiliki banyak kesempatan untuk berbagi. Sebenarnya kita memiliki banyak kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama makhluk ciptaan Allah Swt. Hanya saja kita sering kali kurang peka atau bahkan tidak peduli. Akhirnya kesempatan berbuat baik pun berlalu begitu saja. Padahal, bisa jadi ada pahala besar yang terkandung di dalam perbuatan baik tersebut.
Jangan Tunda Berbuat Baik
Sahabat, kita dianjurkan untuk tidak menunda berbuat baik. Jika kesempatan itu melintas di hadapan kita, maka bersegeralah untuk menyambutnya. Lakukanlah kebaikan itu dengan jiwa yang ikhlas hanya untuk mencari rida-Nya agar berakhir pada keberkahan. Pasalnya, kita tidak tahu kapan kondisi buruk akan menimpa kita.
Kita tidak tahu kapan kita akan sakit sehingga kita akan sulit untuk beraktivitas. Kita pun tidak tahu kapan ajal akan menyapa kita sehingga kita sama sekali tak bisa berbuat baik sekecil apapun. Jangan tunda berbuat baik dan janganlah menyia-nyiakan kesempatan berpahala yang Allah Swt. berikan kepada kita. Maksimalkan waktu yang kita miliki saat ini juga. Jadilah pribadi yang cerdas dalam memanfaatkan peluang kebaikan.
"Jika kamu memasuki waktu sore maka janganlah tunggu waktu pagi, dan jika kamu memasuki waktu pagi janganlah kamu tunggu waktu sore, dan gunakanlah kesehatanmu untuk masa sakitmu, dan kehidupannya untuk kematianmu." (H.R. Bukhari).
Jangnlah menunggu hal yang besar untuk berbuat baik. Hal yang kecil dan sederhana seperti memindahkan paku di jalanan pun bisa bernilai pahala yang besar apabila kita melakukannya dengan ikhlas. Sambutlah kesempatan berbuat baik di depan mata dengan hati riang gembira. Dan janganlah bersedih jika manusia tidak melihat aktivitas baik kita. janganlah mengeluh jika manusia tidak mengucap terima kasih kepada kita. Yakinilah bahwa Allah Swt. tak pernah tidur dan selalu melihat segala aktivitas kita. Percayalah bahwa hanya Allah Swt. yang akan emmbalas kebaikan kita dengan seadil-adilnya. Lakukanlah amalan yang berkelanjutan meskipun itu adalah kebaikan yang kecil.
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang berkelanjutan walaupun itu sedikit." (H.R. Muslim).
Jadi, yuk Bpak ibu sahabat jangan tunda kesempatan berbagi dan berbuat baik kepada sesama. Jika kesempatan berbuat baik itu datang menghampiri kita, maka sambutlah dengan berbahagia. Yakinilah mungkin Allah Swt. sedang ingin melihat kita berbuat baik.
Griya bina yamuti foundation mengajak ayah bunda sahabat untuk bersedekah. Sedekah untuk membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.
#peduliyatimdhuafa
#pedulisesama
#sedekahsubuh
#sedekahjumat
#yukdonasi #yuksedekah
Jum'at Berkah, 29/09/2023
Maulid Nabi Muhammad SAW
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Nilai-Nilai Kemanusiaan dibalik Maulid Nabi Muhammad Saw bisa menjadi waktu untuk merenungkan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Nabi, seperti kasih sayang, belas kasihan, dan kepedulian. Ia menginspirasi individu untuk berperilaku lebih baik terhadap sesama, termasuk anak-anak yatim, bahkan beda agama.
Amal dan Kebaikan Banyak perayaan Maulid Nabi mencakup amal dan perbuatan baik, seperti memberikan sumbangan kepada anak-anak yatim atau organisasi amal yang peduli terhadap mereka. Hal ini dapat membantu anak-anak yatim mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Peningkatan Solidaritas Sosial : Maulid Nabi ini bisa memperkuat hubungan sosial dan rasa kebersamaan.
Pendidikan dan Kesempatan mari dukung untuk memberikan pendidikan dan peluang kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Ini membantu mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Semoga kita semua mendapatkan syafaat Nabi Saw Aamin
Insyaa Allah YGBY mohon doa dan dukungannya untuk mengadakan doa bersama&santunan Yatim dhuafa
Rekening Donasi sedekah yayasan:
BSI : 2217081947
A.n Yayasan griya bina yamuti
Salam bahagia dari segenap pengurus, anak yatim dhuafa binaan yayasan griya bina yamuti. 🤝🤩🙂
#peduliyatim #peduliDhuafa #pedulisesama
#Shalawat #Sedekah #sedekahyuk #infak #zakat #Sedekahjumat #sedekahsubuh #zakatmal #wakaf #donasipembangunan #donasi #yukdonasi
Abu Mizan Menyuap Tuan Hakim
Praktek suap-menyuap pada birokrasi punya tempat yang nyaman di tengah kekuasan, persis seperti di negeri Konoha, yang konon negara atas dasar hukum, namun hukum menjadi sesuatu yang bisa dipermainkan oleh oknum yang tidak punya hati nurani. Tak terkecuali di Baghdad, saat Baginda Harun Ar-Rasyid berkuasa.
Siang itu, udara yang panas, membuat Abu Nawas tampak bermalas-malasan di rumah saja. Saat kantuk mulai menghayutkan, tiba-tiba terdengar suara salam. "Waalaikum salam," jawab Abu Nawas. Lelaki yang datang itu ternyata tetangga kampung sebelahnya bernama Abu Mizan. "Ada apa nih, tumben siang-siang datang ke mari," tanya Abu Nawas. Abu Mizan pun bercerita panjang lebar tentang kasus yang dihadapinya. Intinya, ia minta tolong Abu Nawas untuk menyelesaikan masalahnya.
Begini ceritanya: Telah berulang kali Abu Mizan mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga ia menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok alias suap. Tapi Abu Mizan tahu bahwa menyogok itu diharamkan agama. Itu sebabnya, apa pun yang terjadi, Abu Mizan ogah menyogok hakim itu, tingkah hakim tersebut membuat Abu Mizan kesal. Itu sebabnya ia mengadukan masalahnya kepada Abu Nawas.
"Tuan kan dekat dengan Baginda, tolong bantu saya," pinta Abu Mizan memelas. "Ah, itu urusan kecil. Nggak perlu lapor Baginda segala," jawab Abu Nawas disambut wajah ceria Abu Mizan. "Terus saya mesti berbuat apa?" tanya Abu Mizan penasaran. Selanjutnya Abu Nawas memberi tahu kiat menghadapi hakim koruptif macam itu. Abu Mizan menyambut ide Abu Nawas dengan senang hati. "Baiklah kalau begitu, saya akan lakukan seperti yang Tuan adviskan," ujar Abu Mizan mohon diri.
Seperti advis Abu Nawas, Abu Mizan menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, ia mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan hakim. Saat itu juga hakim yang biasanya sok sibuk, langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Abu Mizan. Abu Mizan kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?" Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya." Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!" "Yah," jawab Abu Mizan, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Karena urusan sudah kelar maka Abu Mizan pun pamit pulang dengan perasaan lega.
Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah ini adalah tanggungjawab merupakan elemen utama dalam kehidupan kita, terlebih sebagai petugas negara. Jangan membuat aniaya karena penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan tugas. Kecerdasan dan pengetahuan yang luas sangat di butuhkan untuk menegakkan kebenaran dan membantu sesama. Keserakahan dan kedzaliman pada akhirnya akan mendapatkan balasan setimpal.
dari berbagai sumber








